Kebersihan adalah fitrah manusia, dalam keadaan normal manusia pasti cinta akan kebersihan. Fitrah ini juga di dukung oleh ajaran agama. Sebagaimana dinyatakan dalam Islam bahwa kerbersihan adalah sebagian dari iman.
Namun dengan pengaruh emosi dan lingkungan manusia terkadang melalaikan fitrahnya dengan berbuat membuang sampah sembarangan terutama di jalan raya. Dia tidak sadar bahwa efeknya bisa berimbas pada orang lain.
Kota Batam sebagai kota telah meraih adipura dan kini mempertahankannya bahkan dengan predikat yang lebih baik. Hal ini tentu menggembirakan setelah sebelumnya pernah berpredikat sebagai kota terkotor.
Salah satu yang berperan membalik keadaan itu adalah pasukan ini (mungkinkah ini yang disebut pasukan semut ?), yaitu petugas kebersihan yang bertugas memunguti sampah yang di buang para pengguna jalan raya di Batam.
Setiap hari, sering pagi-pagi sekali bapak-bapak dan ibu-ibu petugas kebersihan ini menyusuri berkilometer jalan-jalan di Batam untuk memunguti sampah sampah yang di lempar dari kendaraan. Wujudnya bisa berupa botol air mineral, bungkus makanan ringan, kaleng, botol, kertas dan sesekali tentunya (maaf) tissue yang berisi ingus orang yang tidak bertanggung jawab. Hasilnya dapat anda bandingkan keadaan jalan di bandingkan tahun sebelumnya, jelas lebih bersih kan?
Mereka mengayun langkah setiap pagi, asap knalpot dan kemacetan jalan adalah sarapan pagi mereka. Karung di tenteng kalau sudah banyak harus di gendong sebagai wadah “hasil” mereka pada hari itu. Namun pernahkah anda berpikir kalau anda yang berada di posisi mereka. Saya kira pasti anda akan mengatakan kalau pengguna jalan di Batam masih demen nyampah. Apalagi kalau pas bertemu dengan sampah yang menjijikkan semisal tissue dengan ingus, pempers, pembalut atau makanan dalam plastik yang sudah basi pasti anda akan mengeluh setidaknya dalam hati anda.
Saya tahu itu memang sudah tugas mereka dan itu adalah sumber pendapatan mereka, tapi mbok ya kita berusaha mengurangi beban kerja mereka dengan membuang sampah pada tempatnya. At least kalau sampah sedikit mereka akan lebih teliti lagi buat membersihkan sampah minor yang sebelumnya tidak terambil oleh mereka saking banyaknya sampah berserakan di tepi jalan. Jalanan menjadi lebih bersih lagi dan kita yang berkendara juga enak.
Buat para petugas kebersihan yang mulia tugasnya, salut untuk anda. Teruskan perjuangan anda hingga pengguna jalan tersadar akan kebersihan. Team andalah yang berhak memiliki adipura, bukan orang - orang tukang nyampah itu !






Kalau kamu suka blog ini silakan subscribe ke rss feed
Tags: adipura, Batam, kebersihan, sampah
Comments: 2 comments
Saya sangat senang dan suka kalau anda mau menulis komentar anda di bawah. Setiap isian yang bertanda REQ berarti required artinya wajib di isi
putri
August 19th, 2008 at 9:55 am
Lho..mas olysus ini tinggal di Batam, ya… sekota dong dengan mas tigis, ya ?
Sebagai bagian dari masyarakat kita juga harus ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan…Toh, kebersihan itu bukan hanya milik daerah tapi juga milik kita bersama…
Bener, kan..?
———————————————
Iya putri, Silo tinggal di Batam dan kebetulan satu pabrik sama si sigit atau kadang suka di panggil Tom Kurus.
Benul putri kebersihan tanggung jawab kita bersama jangan hanya menyerahkan sepenuhnya kepada para petugas kebersihan.
Tigis
August 19th, 2008 at 4:12 pm
wah men koq wajahnya ngga masuk kamera. Emang dia suka nyengir ya hehe
—————————————————–
Kan privacy orang harus di jaga, ntar dia dikejar-kejar paparazzi gimana. Ntar dianya nggak terima terus blogku di deface ama beliau, siapa mau tanggung jawab?
Leave a reply