Untuk kali ini kita akan jalan-jalan bernostalgia dengan suasana kampung. Setelah anda menikmati indahnya Danau Dam Muka Kuning kemudian dilanjutkan sedikit mendaki ke atas bukit Daeng di tepi Hutan Lindung Sei Tembesi untuk menikmati pemandangan yang jauh sekarang anda saya ajak untuk mengunjungi sebuah kampung.
Kampung ini bernama kampung Sido Mulyo Tembesi. Melihat namanya saya perkirakan sebagian besar warga di sini berasal dari Pulau Jawa meskipun saya tidak melakukan pengecekan langsung ke warga yang tinggal di situ.
Dari bukit Daeng Jika anda dari arah Kawasan Industri Muka kuning setelah jalan menurun, di sisi kiri anda akan melihat sebuah regol (gapura) bergambar tokoh wayang kulit. Belokkan kendaraan anda dan anda memasuki jalan tanah, berbatu dan jika hujan tidak menutup kemungkinan akan menjadi becek.
Nah di sekitar jalan tanah ini anda akan bisa bernostalgia dengan suasana kampung dimana di kiri kanan ada ladang sayuran dan aneka pepohonan, mirip suasana kampung saya di Jawa tempo dulu. Perlu anda ketahui sebagian suplai sayur-mayur di Batam berasal dari sekitar daerah ini.
Ladang singkong, sawi, pohon nangka, pepaya, bayam, kangkung, cabe adan berbagai macam sayuran lainnya di tanam di sini meskipun dalam kuantitas yang beragam.
Saya mendapatkan info dari pedagang sayur yang sering lewat di perumahan saya bahwa dalam menanam sayur mereka mempunyai strategi. Mereka menanam sayur yang berbeda-beda secara bergiliran baik secara keragaman tanaman maupun waktu penanaman. Apa yang terjadi dengan sistem ini adalah mereka yang sebagiannya berdagang sayur keliling ke berbagai perumahan mendapat supplai sayuran yang lancar. Penjelasannya seperti ini, Si A panen bayam dan si B panen terong lalu si A kulakan terong pada B dan si B kulakan bayam pada si A.
Di sisi lain si B mulai menanam bayam dan si A mulai menanam terong. Dan ini berlaku untuk beberapa jenis tanaman. Sehingga terus akan terjadi sinergi untuk menjaga komoditas agar kestabilan harga bisa terjaga serta agar suplai terpenuhi secara stabil. Tidak over supply tidak juga kurang.
Smart juga sistem mereka menurut saya…
Jika anda masuk kampung ini di pagi hari akan anda rasakan dinginnya kampung ini, karena kampung ini terletak di sekitaran Sei Tembesi yang jika pagi terasa dingin sekali. Dinginnya udara di sekitaran Sungai Tembesi tentu sudah di rasakan setiap hari oleh yang sering melewati jalan trans Muka Kuning- batuaji atau di sebut juga Jl.R. Suprapto. Daerah ini merupakan daerah paling dingin di sepanjang ruas jalan antara Mukakuning-Batuaji.
Keep Green and Have Fun !
-









Kalau kamu suka blog ini silakan subscribe ke rss feed
Tags: Batam, kampung, refreshing, sayur, sido mulyo, tembesi, wisata
Comments: 4 comments
Saya sangat senang dan suka kalau anda mau menulis komentar anda di bawah. Setiap isian yang bertanda REQ berarti required artinya wajib di isi
ali
August 25th, 2008 at 9:52 am
Kayaknya belum ada bawang merahnya ya….
Boleh donk ikutan bertani bawang merah di sono, biar serasa di kampung bener… Brebes pastinya……
————————————————————————————
Sepertinya belum ada kang. Coba lah ndaftar jadi petani di situ ..
dewi
August 28th, 2008 at 5:25 pm
bung silo emang tinggal di batam ? atau jalan2 doang , tinggal dimana ? aku di batuaji nih. Perum VilaMukakuning
_______________________________________
Saya tinggal di Batu Aji juga di Maitri Indah daerah RSS
Tigis
September 1st, 2008 at 5:14 pm
gue suka nih ama dinginnya, tp koq kyknya serem ya tempatnya
—————————————————–
Ah ente aja yang penakut
wi3nd
September 4th, 2008 at 1:46 pm
barter gituh?hmmm..seru ju9a..:)
duuchh.klu liat yang hijau hijau 9ene jd pen naik gunung[loch nda nyambung hahah..}
———————————————————————————-
Eh suka naik gunung juga yah.. Saya dulu waktu masih muda juga suka mountaineering.
Leave a reply