• olysus
  • Sep 3,2008
  • In: ISLAM

Keutamaan Memberi Makanan Berbuka Puasa

Keutamaan Memberi Makanan Berbuka kepada Orang-orang yang Berpuasa

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Termasuk nikmat dari Allah subhanahu wata’ala atas hamba-hamba-Nya, Allah mensyariatkan tolong-menolong di atas kebaikan dan ketakwaan. Dan termasuk tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan ini adalah memberi makanan berbuka bagi orang yang sedang berpuasa, karena orang yang berpuasa diperintahkan untuk berbuka dan menyegerakan buka puasanya. Apabila dia ditolong dalam perkara ini, maka ini termasuk nikmat dari Allah ‘azza wajalla.

Oleh karena itu Nabi shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallama bersabda :

“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”)

Para ulama berselisih pendapat tentang makna “Barangsiapa yang memberi buka bagi orang yang berpuasa”. Dikatakan bahwa yang diinginkan dengan memberi makanan berbuka di sini adalah memberikan hal minimal yang bisa membatalkan puasa seorang yang berpuasa, walaupun itu hanya sebutir kurma.

Dan sebagian ulama berkata bahwa yang diinginkan di sini adalah memberikan makanan pembuka yang mengenyangkan, karena inilah perkara yang memberikan manfaat bagi orang yang berpuasa sepanjang malam, dan terkadang cukup baginya sampai sahur.

Akan tetapi yang zhahir dari hadits ini adalah manusia apabila memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa walau dengan sebutir kurma, maka dia akan mendapatkan pahala semisal pahala orang yang berpuasa tersebut.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi manusia untuk bersemangat memberikan makanan berbuka bagi orang-orang yang berpuasa dengan kadar semampunya, terlebih lagi bersamaan dengan butuh dan fakirnya orang yang berpuasa tersebut, atau butuhnya mereka karena mereka tidak menemukan orang yang menyediakan makanan berbuka bagi mereka, atau keadaan lain yang menyerupai ini.(*)

(Sumber: Syarah Riyadhus Shalihin, Jilid II halaman 1412, terbitan Darussalam, Mesir)
——————————————————————-

Olysus said : Jadi ikhwah sekalian sudah sepantasnya apabila kita diberi kelapangan rezeki jangan sia-siakan kesempatan seperti ini. Apalagi jika kita merasa kualitas ibadah puasa kita jauh dari sempurna. Semoga bermanfaat !



Kalau kamu suka blog ini silakan subscribe ke rss feed

Tags: , , , , ,

Comments: 3 comments

Saya sangat senang dan suka kalau anda mau menulis komentar anda di bawah. Setiap isian yang bertanda REQ berarti required artinya wajib di isi

  • ryane
    September 3rd, 2008 at 8:04 pm

    nah, mas silooo.. kapan traptir sayah berbuka-puasa? pahala loh.. saya kan puasa :) ————————————————————-
    Nah, Ryane dateng ke rumah yach ntar kenalan sama istri saya terus baru pergi traktir.
    Dan kalau ada kelapangan rezeki :)

  • Dino
    September 4th, 2008 at 1:30 am

    Puasa emang saatnya berbuat baik dan mengumpulkan pahala..

  • ryane
    September 4th, 2008 at 10:57 am

    Alhamdulillah.. tapi rumah ne jauhhh ‘e mas.. hehehehe
    —————————————————-
    Kan nggak harus pakai pesawat…. :)

Leave a reply

Name (Req)

E-mail (Req)

URI

Message