Sebenarnya saya pernah mengulas tentang hal ini di postingan saya tentang Budaya Nyampah !
Saya jadi teringat kembali dan tergerak untuk mengingatkan sesama warga Batam lain khususnya dan warga daerah lain pada umumnya setelah kemarin berjumpa dengan salah seorang diantara ujung tombak pasukan kebersihan di Batam.
Ceritanya kemarin saya hendak membayar tagihan listrik PLN dan air ATB sekaligus membantu membayarkan rekan saya tetangga sebelah rumah. Sampai di counter PLN Batu Aji yang berlokasi di Komplek Aviari Plaza jam delapan pagi. Tidak banyak antrian karena hanya ada beberapa pelanggan saja dan dilayani tiga kasir.
Selesai urusan dengan PLN saya langsung meluncur kearah kantor KOPEGTEL batuaji yang letaknya persis bersebelahan dengan Plasa Telkom Batu Aji. Saya tidak membayar ke Bank Mandiri meskipun bisa bayar listrik dan secara bersamaan di sana karena antriannya biasanya sangat panjang.
Ketika sudah hampir sampai depan Perum Puskopkar Batu Aji ada pengendara motor yang menyampingi saya dan membunyikan klakson sembari memberitahu kalau saya tanpa sengaja menjatuhkan kertas dari kantong saya dan setelah saya cek ternyata kertas Rekening Air sudah raib dari saku baju.
Terpaksa berbalik memutar untuk mencari lagi, sebab butuh nomor rekening buat bayar air. Cari dicari ndak ketemu..waduh gimana nih masak harus pulang lagi buat ngambil rekening.
Lalu pandangan mata saya tertuju pada seorang petugas kebersihan yang mulia yang sedang berdinas menjalankan tugasnya. Bapak-bapak berumur antara 50-60 tahun menurut perkiraan saya sedang menuntun sepedanya perlahan-lahan.
Sesekali dia membungkuk memungut sampah plastik, kertas dan lain-lain yang di buang oleh pengguna jalan yang “terhormat” lalu dimasukkan kedalam karung yang dia taruh di sisi kiri sepedanya. Tubuhnya yang sudah mulai keriput berbalut seragam kuning orange khas pasukan kebersihan jalanBatam yang setiap pagi harus berjalan menyusuri sekian kilometer (ingat..dia berjalan kaki) untuk melaksanakan tugasnya memungut sampah yang berserakan di tepi jalan
Saya beranikan diri bertanya kepada beliau perihal rekening air saya dan dengan ramah beliau menjawab dengan memasukkan tangannya kedalam karung dan mengembalikan rekening air saya.
O, saya kira sampah seperti
yang biasa di buang para pengendara mas, mungkin itu ucapan hatinya.
Duh saya jadi malu meskipun saya tidak sengaja menjatuhkannya. Tak lupa saya ucapkan terima kasih lalu saya melanjutkan perjalanan ke tempat pembayaran rekening air ATB.
Untuk itu kembali saya ingatkan untuk diri sendiri dan rekan warga Batam yang lain :
- Mari Kita ringankan beban kerja para petugas yang mulia ini dengan tidak membuang sampah dijalan..tanpa anda pun sudah banyak sampah yang di buang orang lain yang cukup menyibukkan mereka
- Bersama-sama menjaga kebersihan Batam agar kita bersama-sama merasa memiliki piala Adipura yang diperoleh Batam.
- Bukankah kebersihan adalah bagian dari iman ? mari kita terapkan…
Note : Gambar bukan bapak
yang saya ceritakan ini tapi ini dari posting terdahulu…




Kalau kamu suka blog ini silakan subscribe ke rss feed
Tags: adipura, Batam, kota terkotor
Comments: 5 comments
Saya sangat senang dan suka kalau anda mau menulis komentar anda di bawah. Setiap isian yang bertanda REQ berarti required artinya wajib di isi
Rajawali kecil
November 26th, 2008 at 2:01 am
Himbauan yang baek dari orang baek yang barusan kehilangan artikel baek dari blog yang baek
Postingan terbaru Rajawali kecil adalah Sekali Mendayung, Dua SEO Terlampaui
BolaNaga
November 27th, 2008 at 1:00 am
hehehe kalo di jakarta mana mau denger STOP buang sampah sembarang….
banyak tuh kendaraan mewah mewah tinggal lempar sampah keluar lewat jendela…
ryane
November 27th, 2008 at 4:22 pm
hmmm.. klo di perempatan kda, tiap pagi sering ngeliat mbak-mbak muda kyknya seumuran aku deh -ini statement bahwa aku masih muda, halahh
dia bawa kantong sampah dan membungkuk mungutin sampah di sepanjang jalan situ..
aku cuma jadi malu, sama-sama muda tapi aku belum kepikiran mungutin sampah di sepanjang jalan gitu..
Postingan terbaru ryane adalah surat penuh cinta untuk Google
budi tarihoran
November 27th, 2008 at 6:40 pm
buang lah sampah pada tempatnya
Postingan terbaru budi tarihoran adalah Hobi Yang Terlarang
Handoko
November 28th, 2008 at 2:58 pm
sejak kecil sy membiasakan diri utk membuang sampah pada tempatnya, demikian juga sy ajarkan untuk anak sy sedini mungkin. Saya menyampaikannya dengan humor “Jangan membuah sampah sembarangan, nanti Green Peace marah”.
Betapa kesal hati ini melihat pengendara mobil atau penumpangnya membuang sampah dari mobil kmereka ke jalanan, tanpa pernah berpikir bahwa ia sudah mengotori jalan. Tidak ada konsep kebersihan dan keindahan di kepala mereka. Mungkin karena memang isi kepala mereka sudah penuh dengan kotoran dan sampah.
Perilaku demikian terjadi karena kebiasaan buruk, dan tidak ada yang menegurnya. Dari kecil orang tua mereka tidak pernah mengajari mereka untuk membuang sampah pada tempatnya. So, jangan ikuti mereka, mulailah mengajarkan anak kita untuk membuang sampah pada tempatnya.
Postingan terbaru Handoko adalah Do We Have Talent?
————————————-
Betul..betul itu kang
Leave a reply